WANGURER | BITUNGPOS – Silaturrahmi Lintas Majelis menggelar pertemuan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Makan Muslim Khalizah, Wangurer, Kota Bitung, Senin (24/8/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Silaturrahmi Lintas Majelis Kasim Amuntu, S.Sos., Pembina Silaturrahmi Lintas Majelis Roni Sunge, S. Ag., serta sejumlah jamaah.
Turut hadir Ahmad Duhe, Imam Masjid Al Azhar Wangurer, Mursyid Yahya Diko, Rahman Hadi (Aba Iko) , pak Haris selaku Sekretaris Majelis Nurul Haq, Komdan Saiful, serta jamaah lainnya. Rumah makan tersebut diketahui milik Iwan Abudu.
Dalam pertemuan itu, para jamaah membahas makna kelahiran Nabi Muhammad SAW dan nilai-nilai keteladanan Rasulullah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Masing-masing peserta diberikan kesempatan menyampaikan pandangan dan pemahaman terkait kelahiran serta perjuangan Rasulullah SAW dalam membawa risalah Islam.
Pembahasan kemudian berkembang pada makna Nur atau cahaya, yang dikaji dari berbagai sudut pandang. Perbedaan pemahaman sempat memunculkan perdebatan dalam diskusi, namun berlangsung dalam suasana kekeluargaan ukhuwah Islamiyah dan tetap mengedepankan sikap saling menghargai.
Dalam setiap pertemuan Silaturahmi Lintas Majelis juga menjadikan Al-Qur’an, hadis, ijma, dan qiyas sebagai bagian dari bahan pembahasan keagamaan. Kajian tersebut menjadi ruang bagi jamaah untuk bertukar pandangan, memperluas wawasan, serta memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam.
Perbedaan pendapat dalam diskusi dipandang sebagai bagian dari proses belajar dan mencari pemahaman yang lebih baik. Para jamaah tetap menjaga kebersamaan serta menghormati pandangan masing-masing.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah, meningkatkan kecintaan kepada beliau, serta meneladani akhlak dan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus mempererat silaturahmi antarjamaah Lintas Majelis sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan melalui diskusi dan kajian yang berkesinambungan ( ber fastabiqul khairat). {SM}


