BITUNG | BITUNGPOS - Ketua LP-KPK Komisi Cabang Kota Bitung, Welfrits Jacobus, S.Sos., hadir langsung memantau aksi damai ratusan pedagang yang tergabung dalam Aliansi Torang Pedagang di Kantor DPRD Kota Bitung.
Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan pengelolaan Perumda Pasar.
Menurut Welfrits Jacobus, terdapat sembilan tuntutan yang disampaikan para perwakilan pedagang kepada anggota DPRD Kota Bitung agar segera ditindaklanjuti.
Salah satu poin yang paling banyak disoroti adalah pernyataan salah seorang anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Rafika Papente, yang mengusulkan agar Perumda Pasar dibubarkan apabila tidak mampu memberikan dividen kepada Pemerintah Kota Bitung.
Menanggapi hal tersebut, para perwakilan pedagang menilai usulan pembubaran Perumda merupakan hal yang perlu dikaji secara matang.
Menurut mereka, Perumda merupakan badan usaha daerah yang dibentuk melalui kebijakan pemerintah dan DPRD, sehingga yang lebih dibutuhkan saat ini adalah upaya pembenahan tata kelola agar kinerjanya semakin baik dan mampu memberikan manfaat bagi pedagang maupun pemerintah daerah.
Ketua LP-KPK juga mengajak para wakil rakyat untuk lebih memprioritaskan langkah-langkah perbaikan Perumda Pasar dibandingkan membahas pembubarannya.
Ia menilai DPRD perlu mengawal penyelesaian berbagai persoalan, termasuk dugaan kebocoran anggaran dan kesalahan pengelolaan yang diduga terjadi pada periode sebelumnya, sehingga dapat memberikan kepastian hukum serta mendorong terciptanya tata kelola yang lebih transparan dan profesional.
Selain itu, para pedagang berharap DPRD lebih selektif dalam menerima aspirasi melalui forum rapat dengar pendapat (RDP).
Menurut mereka, pihak yang menyampaikan aspirasi seharusnya benar-benar mewakili pedagang, bukan pihak lain yang mengatasnamakan pedagang demi kepentingan tertentu.
Dalam jalannya aksi, pembacaan sembilan tuntutan sempat terhenti ketika salah seorang anggota DPRD meninggalkan ruang rapat.
Situasi juga sempat memanas akibat adanya perbedaan pandangan antara peserta aksi dengan salah seorang wakil rakyat yang berupaya menyampaikan pendapat di tengah penyampaian tuntutan. Namun, berkat komunikasi yang baik dari seluruh pihak, situasi kembali kondusif dan kegiatan dapat dilanjutkan hingga selesai.
Di akhir aksi, Aliansi Torang Pedagang berharap DPRD Kota Bitung segera menindaklanjuti seluruh tuntutan yang telah disampaikan.
Mereka menegaskan, apabila aspirasi tersebut tidak mendapat respons yang jelas, aliansi akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara demokratis. R3D

